Program Pemberdayaan Petani Dan Petugas Sekabupaten ...

Program Pemberdayaan Petani Dan Petugas Sekabupaten ...

INTEGRATED PEST MANAGEMENT INTEGRATED PEST MANAGEMENT (PENGELOLAAN HAMA PENYAKIT TERPADU/ (PENGELOLAAN HAMA PENYAKIT TERPADU/ MANAGEMEN HAMA DAN PENYAKIT TERPADU) MANAGEMEN HAMA DAN PENYAKIT TERPADU) JURUSAN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN FAKULTAS PERTANIAN UB KONSEP IPM (PHT) KONSEP IPC (pd awal) penggunaan pestisida yang bijaksana

KONSEP IPM (PHT) didasarkan pengetahuan ekologi, keseimbangan alam, dan peran musuh alami konsep PHT telah disesuaikan sbg alternatif strategi yg mismanagement akibat 1. penggunaan varietas introduksi dg ketahanan monogenik secara meluas, 2. penggunaan insektisida yg tidak tepat, 3. Kerusakan agens hayati, dan 4. tidak diindahkannya pengendalian dg cara bercocok tanam.

Konsep 1 MEMAHAMI AGROEKOSISTEM Pengertian ekosistem adalah suatu habitat sebagai tempat terjadinya hubungan timbal balik antara organisme (biotik) dan lingkungan tidak hidup (abiotik) dalam pertukaran energi atau sumberdaya yang berlangsung dalam siklus kontinyu Agroekosistem adalah suatu unit yang tersusun oleh semua organisme di dalam areal pertanaman bersama-sama dengan keseluruhan kondisi lingkungan dan lingkungan yang telah dimodifikasi manusia lebih lanjut, yaitu pertanian, industri, tempat rekreasi, dan aktivitas sosial manusia yang lain Agroekosistem

telah dimanipulasi secara intensif oleh manusia, misal praktek agronomis. Tidak sedikit peledakan populasi hama disebabkan secara langsung oleh praktek agronomi. Agroekosistem lebih peka terhadap kerusakan oleh hama. Hal itu karena terbatasnya keragaman binatang dan tanaman yang menghuninya EKOSISTEM AGROEKOSISTEM MANIPULASI EKOSISTEM OLEH MANUSIA LANJUTAN Umumnya, stabilitas dan kekompleksan lebih besar terjadi pd i. tanaman tahunan (perenial) dari pada tanaman musiman (annual crop), ii. tanaman campuran atau polycultur dari pada monokultur,

iii. pd lingkungan fisik yg relatif seragam (misal lingkungan tropis) daripada agroekosistem yg telah rusak. Variasi atau pola stablitas dr areal ke areal, dr musim ke musim jg dipengaruhi lamanya siklus tanaman, atau lamanya ketersediaan sumber pakan dominan srg dan oleh lamanya aktifitas musiman srg. Agroekosistem lebih sederhana daripada ekosistem Sifat agroekosistem lambat pulih apabila terjadi gangguan dari luar ekosistem

OPT tertentu mempunyai inang alternatif dan pola infestasi LANJUTAN Perbedaan Struktural dan fungsional penting antara antara Ekosistem Alami dan Agroekosistem Ekosistem Agroekosistem Sedang Tinggi Kompleks

Sederhana, linier Keragaman spesies Tinggi Rendah Keragaman genetic Tinggi Rendah Siklus Nutrisi Tinggi

Rendah Stabilitas (Resilience) Tinggi Rendah Produktivitas bersih Interaksi tropic LANJUTAN Pemahaman terhadap agroekosistem juga diperlukan untuk menyelaraskan praktek pengendalian dalam mencegah timbulnya dampak negatf yang tidak diinginkan

Juga untuk menilai faktor mortalitas yg bekerja terhadap hama atau hama potensial sehingga memudahkan memanipulasinya agar berkerja optimal. Jenis tanaman, praktek agronomis, pola tanam, kekompleksan total, dan self sufficiency, dan cuaca merupakan unsur penting yg berpengaruh terhadap derajat kestabilan suatu agroekosistem GAMBARAN KHUSUS AGROEKOSISTEM Kontinyuitas Tanaman Agroekosistem tidak bersifat self perpetuating (kekal) dan keberadaanya selalu singkat yaitu bervariasi dari 50 tahun pada tanaman perkebunan hingga beberapa bulan pada tanaman sayuran. Sebaliknya pada ekosistem bersifat kekal. Seleksi Pertanaman Di dalam ekosistem alami, vegetasi adalah hasil dari seleksi alam sehingga beradaptasi dengan baik pada berbagai variasi faktor iklim

dan faktor edafik. Individu tumbuhan terbuka dari pengaruh kompetisi, terutama pada individu muda. Di dalam agroekosistem, tanaman diseleksi oleh manusia dan ketika tanaman muda biasanya sekelilingnya bersih sehingga terhindar dari kompetisi. Sebaliknya, agroekosistem menderita kerusakan oleh variasi iklim. LANJUTAN Keragaman Spesies. Manusia dalam keadaan normal menanam spesies tanaman tunggal, sesekali juga dua spesies tanaman dalam pola inter-cropping, tetapi sangat jarang berupa tanaman campuran. Penggunaan herbisida dalam menekan gulma menjadikan agroekosistem bersifat monokultur. Pada ekosistem alami terdiri dari beberapa spesies tanaman , meskipun terdapat perkecualian pada kondisi iklim yang ekstrim suatu ekosistem alami dapat ditumbuhi hanya oleh 1 2 spesies tumbuhan, misalnya hutan papyrus. Keragaman intraspesifik (umur dan varietas).

Praktek penanaman pada kebanyakan tanaman di dalam agroeksosistem menghasilkan umur yang seragam , demikian juga varietas yang ditanam biasanya dipilih, sehingga di dalam agroekosistem kisaran genotip sangat terbatas. Keadaan tersebut mendorong terjadinya sinkronisasi pembungaan, pembentukan tunas daun, dan proses yang lain di antara tanaman yang ditanam. LANJUTAN Nutrisi dan Suplai air. Pada kebanyakan tanaman di dalam agroekosistem dilakukan pemupukan dengan pupuk kimia atau pupuk kandang dan beberapa diairi dengan sistem irigasi. Hal itu berakibat level nutrisi pada dedaunan tanaman dan jumlah jaringan muda biasanya lebih besar daripada di dalam ekosistem alami, dan ini lebih menarik bagi OPT Peledakan Hama dan Penyakit. Peledakan populasi hama dan penyakit merupakan gambaran yang teratur dari agoekosistem. Peledakan

tersebut tidak tercatat pernah terjadi di dalam hutan tropis yang telah mencapai klimaks. LANJUTAN Ekosistem adalah proses dan interaksi komunitas biotik (organisme hidup) dan komponen anorganik (ciri-ciri fisik dan kimia) pada lingkungan tertentu. Dalam kondisi alam yang stabil, atau ekosistem klimaks merupakan keadaan yang seimbang, semua spesies penghuni bersaing dalam sumber daya, dan siklus energi dan nutrisi yang seimbang. Di agroekosistem (plagioclimax) petani secara efektif bersaing dengan OPT untuk sumber daya, dan memilih spesies tanaman yang dipanen untuk diekspor energi dan nutrisinya untuk dikonsumsi di tempat lain Sebuah ekosistem yang tidak terpengaruh oleh manusia memiliki karakteristik struktur wilayah iklim, misalnya daun tanaman Oak di hutan Inggris memiliki biomassa 30 Kg per m2, dan rata-rata produktivitas 1.2 Kg per m2 per tahun. Ketika hutan tersebut dibuka dan dimanfaatkan oleh manusia muncul karakteristik

baru . Tanaman budidaya pertanian memiliki biomassa rata-rata jauh lebih rendah, gandum biasanya mencapai 1.6 Kg per m2, dengan produktivitas hanya 0.6 Kg per m2 per tahun. KONSEP II PERENCANAAN AGROEKOSISTEM TUJUAN PERENCANAAN AGROEKOSISTEM mengantisipasi OPT dan cara untuk menghindarinya. Kegiatan perencanaan adalah tindakan antisipasi yang bersifat mendeteksi secara lebih awal berbagai faktor yang memungkinkan terjadinya gangguan OPT (Tindakan Preemtif) Integrasi budidaya dan perlindungan tanaman

Tanaman peka seharusnya tdk ditanam untuk menghindari kerusakan oleh OPT. Perlu upaya menghasilkan tananaman sehat, agar tanaman mampu bertahan dr serangan OPT. Pengaturan waktu serentak jg dpt dimanfaatkan untuk pengendalian OPT Perencanaan manipulasi terhadap jenis tananam, praktek agronomis, pola tanam, keragaman total, dan self sufficiency (upaya agar agroekosistem

dapat memenuhi kebutuhannya sendiri) Perencanaan agroekosistem harus selalu didasarkan pada kepentingan keanekaragaman dan upayaupaya nyata untuk memperbaiki atau mempertahankannya (farmskaping). Pembakaran jerami dan penggunaan pestisida di awal tanam adalah tindakan yang dapat merusak keanekaragaman hayati pada pertanaman padi Penggunaan Pupuk N berlebihan dapat mendorong tanaman lebih peka terhadap serangan OPT Seed treatment dapat menurunkan keanekaragaman hayati

Upaya penyehatan tanah dapat mendorong terciptanya jaring-jaring makanan di dalam dan di atas permukaan tanah GAMBARAN UNIK AGROEKOSISTEM (PEDIGO, 1996) Agroekosistem sering mengalami gangguan besar Agroekosistem didominasi oleh tanaman yang dijinakkan (pemuliaan tanaman). Agroekosistem memiliki keanekaragaman jenis yang rendah. Agroekosistem memiliki spesies tanaman utama yang ditanam, tumbuh dan dipanen pada waktu yang bersamaan. Agroekosistem menerima nutrisi dari sumber eksternal, sehingga tanaman utama subur dan kaya nutrisi. BAHAN ORGANIK TANAH DEKOMPOSISI

RESIDU ORGANIK MENINGKATKAN pH TANAH MENINGKATKAN MUATAN NEGATIF PD PEMUKAAN ADSORPSI P MELEPASKAN BAHAN HUMUS YG LARUT DLM AIR ADSORPSI SPESIFIK PADA BAHAN HUMUS MELEPASKAN ASAM

ORGANIK ALIPHATIK YG LARUT DLM AIR MELEPASKAN P DARI RESIDU ORGANIK ADSORPSI SPESIFIK PADA ASAM ORGANIK ADSORPSI SPESIFIK PADA TURUNAN p RESIDU REDUKSI ADSORPSI SPESIFIK THD P YG DITAMBAHKAN

OLEH KOLOID TANAH DI ATAS PERMUKAAN TANAMAN GULMA HERBIVOR DI PERMUKAAN TANAH AKAR GANGGANG LICHENES BAKTERI KARNIVOR

ORGANISME BERFOTOSINTESIS BURUNG DI BAWAH PERMUKAAN HAMA DAN PENYAKIT NEMATODA DAN SERANGGA PEMAKAN AKAR JAMUR BAKTERI MUTUALISTIS JAMUR MICORIZA BAKTERI FIKSASI N

BAHAN ORGANIK KARNIVOR TINGKAT TINGGI DEKOMPOSER JAMUR BAKTERI SHREDDERS KONSUMER PRIMER NEMATODA OMNIFOR PEMAKAN JAMUR

CENTRIPEDES NEMATODA TUNGAU PEMAKAN BAKTERI NEMATODA PROTOZOA CILLATES AMOEBA FLAGELLATA ENCHYTRAELDS KONSUMER SEKUNDER CACING TANAH MILPEDES

NEMATODA PREDATOR TUNGAU PREDATOR KONSUMER TERSIER TIKUS KUMBANG DAN LABA-LABA PREDATOR PADA SERANGGA KONSUMER

TINGKAT TINGGI KONSEP III PERTIMBANGAN RASIO BIAYA versus KEUNTUNGAN dan KEUNTUNGAN versus RESIKO Analisis keuntungan/resiko untuk menilai relevansi keuntungan ekonomik versus resiko pengendalian OPT, (i) Petani harus menimbang bahaya merusak pestisida dg daya racun yg tinggi dan menjaga keamanan diri sendiri dan pekerjanya dlm penanganan dan aplikasinya, dan (ii) petani juga menimbang pengaruh aplikasi pestisidanya terhadap masyarakat dan lingkungan. LANJUTAN

Over all spraying berbahaya. > 90 % aplikasi insektisida tdk mencapai target, sebagian besar menyatu dg lingkungan dg berbagai jalan, a.l. menurunnya padat populasi musuh alami (parasit dan predator) dan residu pestisida persisten terkonsentrasi pada makanan dan lingkungan (eksternalitas). Eksternalitas negatif : pengaruh samping kurang menguntungkan penggunaan pestisida yg mempunyai konsekuensi ekonomis, ekologis, dan sosiologis. Penggunaan pestisida tidak boleh sembarangan. Kedua manfaat yaitu, ekonomi dan keamanan lingkungan demikian

penting. Oleh karena itu, pestisida yang akan digunakan adalah yang tidak membahayakan musuh alami, lebah madu, cacing tanah dan kehidupan liar lainnya. Pestisida seharusnya tidak meninggalkan residu berbahaya pada tanaman pada saat panen atau ketika dikonsumsi. LANJUTAN Keberadaan residu pestisida yang persisten di dalam tanah pada level yang cukup tinggi mengakibatkan tanaman tidak diterima di pasar karena tingginya kandungan residu pestisida. Misalnya, minyak biji kedelai dapat mengandung residu pestisida yang dapat larut

di dalam lemak, yaitu hidrokarbon berkhlor. Pathways of pesticide movement in the hydrologic cycle. Importance of the Atmosphere The history of DDT DAMPAK NEGATIF HERBISIDA VIETNAM WAR & HERBICIDES US used mixtures of herbicides to kill vegetation in S.Vietnam to expose hiding places & destroy crops planted by Vietcong: Agent White, Agent Blue, & Agent Orange Negative environmental impacts:

Mangrove forests & hardwood forests destroyed Harmed ecology & economy of S.Vietnam Negative health impacts: Agent Orange = 2,4-D & 2,4,5-T combined. Created highly toxic Dioxins during creation Birth defects, stillbirths, female reproductive disorders, soft-tissue cancers Bioaccumulated in fish = very high levels in Vietnamese people Drift pestisida Drift pestisida mengacu pada difusi pestisida dan potensi dampak negatif aplikasi pestisida, termasuk, kontaminasi di luar target karena drif serta limpasan dari tanaman / tanah . Hal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan manusia, pencemaran

lingkungan, dan kerusakan harta benda. Drift berupa (i) exo-drift adalah penyemprotan yang jatuh di luar daerah sasaran dan (ii) endo-drift adalah bahan aktif dalam dropplet pestisida yang jatuh ke daerah sasaran, tetapi tidak mencapai target biologis KONSEP IV TOLERANSI THD POPULASI HAMA Banyak kasus: produksi tinggi, tidak perlu tanaman harus bebas sama sekali dari kerusakan oleh OPT Pandangan PHT, studi kuantitatif hubungan tingkat

kerusakan dg kehilangan hasil sangat perlu, guna menetapkan batas ambang toleransi thd serangan OPT Konsep ini melahirkan EIL dan ET sebagai dasar mentolerir/tidak serangan OPT GOLONGAN OPT BERDASAR POSISI AMBANG EKONOMI (AE) DAN KERUSAKAN EKON0MI (KE) THD POSISI KESEIMBANGAN UMUM (KU) Tipe 1. Golongan OPT dengan posisi KU di bawah AE dan rata-rata populasinya tidak pernah mencapai AE. Misalnya: OPT Potensial, yaitu pada keadaan normal tidak membahayakan karena dapat diukendalikan oleh musuh alaminya Tipe 2. Golongan OPT dg posisi KU di bawah AE dan rata-rata populasinya sesekali mencapai AE.

Misalnya: OPT ke dua atau OPT musiman, yaitu golongan OPT yang relatif kurang penting tetapi pd wkt dan tempat ttt dpt meningkat hingga melebihi AE. OPT lain peka thd perlakuan pestisida pd OPT utama, yaitu terjadi ledakan OPT kedua (secondary out break). LANJUTAN Tipe 3. Golongan OPT dg posisi KU di bawah AE dan rata-rata populasinya senantiasa mencapai AE. Misalnya: OPT Utama yaitu, OPT yg selalu menyerang tanaman di suatu daerah dg intensitas serangan yg berat sehingga selalu memerlukan pengendalian. OPT Utama menjadi perhatian utama PHT. Tipe 4. Golongan OPT dg posisi KU di atas AE. Umumnya OPT pendatang. Mengatasinya: kombinasi insektisida dan introduksi musuh alami guna membentuk posisi keseimbangan baru yang lebih rendah dari AE.

DIKENDALIKAN MUSUH ALAMI KE AE KU WAKTU Tipe 1. Golongan OPT dengan posisi KU di bawah AE dan rata-rata populasinya tidak pernah mencapai AE. Misalnya: OPT Potensial, yaitu pada keadaan normal tidak membahayakan karena dapat dikendalikan oleh musuh alaminya APLIKASI APLIKASI KE AE

KU WAKTU Tipe 2. Golongan OPT dg posisi KU di bawah AE dan rata-rata populasinya sesekali mencapai AE. Misalnya: OPT ke dua atau OPT musiman, yaitu golongan OPT yang relatif kurang penting tetapi pd wkt dan tempat ttt dpt meningkat hingga melebihi AE. OPT lain peka thd perlakuan pestisida pd OPT utama, yaitu terjadi ledakan OPT kedua (secondary out break). APLIKASI KE AE KU

wkt Tipe 3. Golongan OPT dg posisi KU di bawah AE dan rata-rata populasinya senantiasa mencapai AE. Misalnya: OPT Utama yaitu, OPT yg selalu menyerang tanaman di suatu daerah dg intensitas serangan yg berat sehingga selalu memerlukan pengendalian. OPT Utama menjadi perhatian utama PHT. APLIKASI APLIKASI APLIKASI INTRODUKSI MUSUH ALAMI KU KE

AE KU BARU wkt Tipe 4. Golongan OPT dg posisi KU di atas AE. Umumnya OPT pendatang. Mengatasinya: kombinasi insektisida dan introduksi musuh alami guna membentuk posisi keseimbangan baru yang lebih rendah dari AE. KONSEP V MENYISAKAN populasi OPT Pengertian: menyisakan populasi OPT scr permanen di bawah AE di areal tempat aplikasi pestisida. Konsep ini berarti menekan OPT tanpa

harus memusnahkannya. Ingat: keseimbangan seringkali terganggu sbg akibat langsung penggunaan pestisida berspektrum luas yg dilakukan scr berjadwal dan scr tdk langsung dpt menimbulkan kelaparan bagi musuh alami krn inang/ mangsanya terbasmi insektisida. Ubah overall spraying menjadi spot spot spraying, dasarnya (i) keputusan pengendalian dg pestisida di dasarkan pada hasil pengamatan di setiap petak alami, (ii) penggunaan pestisida hanya ditujukan pada petak alami yang mencapai AE, (iii) sisa OPT pada petak alami yang belum mencapai AE bermanfaat untuk menjaga

KONSEP VI WAKTU APLIKASI Aplikasi insektisida secara berjadwal sangat dihindari. Perlakuan harus didasarkan pd bilamana perlu dan tepat waktu. Efisiensi dihasilkan melalui penetapan waktu aplikasi berdasar perbaikan teknik monitoring populasi hama dan perkembangan tanaman. Misal menggunakan perangkap pheromon. Aplikasi pestisida serba tepat (jenis, konsentrasi, dosis, saat aplikasi) dapat meningkatkan efektivitas dan efesiensi Meminimalkan kontaminasi pestisida ke dlm lingkungan; pestisida harus dikombinasikan dg cara pengendalian yg lain, misalnya pengendalian dg varietas tahan dan praktek bercocok tanam KONSEP VII

PENGERTIAN DAN PENERIMAAN MASYARAKAT THD PHT Komunikasi yang efektif dan kecakapan menjual bagi para penyuluh merupakan kunci keberhasilan agar masyarakat mau mengerti dan menerima PHT. PHT melibatkan 2 justifikasi, (i) justifikasi dari ilmu pengetahuan: Bagamana seharusnya pengendalian terhadap OPT dapat dicapai ? dan (ii) justifikasi sosial, Bagamana seyogyanya pengendalian terhadap OPT dicapai ? Jawaban untuk pertanyaan kedua harus diterima dari segi ekonomi dan sosial. PHT tidak cukup hanya diterima dan diyakini, tetapi harus dilaksanakan. Oleh karena itu jiwa kepemimpinan merupakan faktor kritis di dalam pemasyarakatan PHT. LANJUTAN Konsep dan filosofi PHT sering tidak sepenuhnya dimengerti dan

dihargai oleh pemegang kebijakan, timbul pendapat program PHT harus lengkap sebelum dimulai program implementasi. Ini tidak perlu. Mendidik masyarakat tentang PHT melalui program penyuluhan Salah satu model penyuluhan yang sesuai adalah Sekolah Lapangan PHT (SLPHT) Dalam SLPHT tidak terdapat hubungan guru dengan murid, tetapi pemandu bersama petani adalah warga belajar. Mereka bersamasama belajar mempraktekkan PHT. SLPHT merupakan sarana belajar yang ideal untuk transfer teknologi dan mengubah perilaku petani.

Recently Viewed Presentations

  • CME Group PowerPoint Template

    CME Group PowerPoint Template

    The Great Chicago Flood. The Story of the 1992 Great Chicago Tunnel Flood and the Evansville Corn Rail Market. Price Discovery Example . Source: Chicago Tribune. What happens when there isn't a way to see the price of corn? Bid-ask...
  • This is the story of Mr Odd and

    This is the story of Mr Odd and

    In Mrs Even's land there lived: One day there was a terrible earthquake and the two lands were mixed up. Can you help Mr Odd and Mrs Even find their things? One-day the bats went out to find girlfriend's. This...
  • Mega-modeling for Big Data Analytics

    Mega-modeling for Big Data Analytics

    Objective of this paper is to rise raise the interest of the community of scientific big data processing on model composition and reuse. Approach is very preliminary and needs formalizations and extinctions. Mega-models as a buildup on top of meta-models,...
  • Vocabulary for Achievement

    Vocabulary for Achievement

    Vocabulary Activity Assignment(due end of class! + test on Friday!). Please complete ONE of the following tasks: Create your own " Vocab. Story" using all of the words at least once.
  • Back to School Night 2003 - Central Bucks School District

    Back to School Night 2003 - Central Bucks School District

    Business Today is a foundation course strongly recommended for all students planning a career in business. This introductory course will help students understand the basics of business, the broader economic world in which business exists and create an awareness of...
  • Inaugurating the Presidency - Wake Forest University

    Inaugurating the Presidency - Wake Forest University

    Inaugurating the Presidency ... points throughout history almost verbatim and remain rhetorically appropriate & significant Nostalgic Recall the past Theatrical/ Performative Employ a noble and dignified linguistic style Rehearsed rather than impromptu Employ explicit appeals for unity Patriotic ...
  • Confession: Sacrament of Reconciliation

    Confession: Sacrament of Reconciliation

    We wonder how others - or God - could love us. We feel separated from God. We wonder: Father, where have you gone? Our Father God always loves us, even though we are sinners. He loves us so much that...
  • Dia 1 - UGent

    Dia 1 - UGent

    www.brepolis.net (BTL) In this study: selection of Latin prose texts. Texts from the classical period not (yet) included in the LASLA corpus (Vitruvius, Frontinus, Gaius) Late Latin texts (from Palladius (ca. 350 AD) to Iordanes (ca. 550 AD))