Systema Reproductiva Feminina

Systema Reproductiva Feminina

SISTIM REPRODUKSI Genital Laki-laki Arni Amir 9/20/04 1 II. ORGAN GENITAL LAKI-LAKI ORGANA GENITALIA INTERNA TESTIS TRACTUS GENITALIS

DUCTULUS EFFERENS TESTIS DUCTUS EPIDYDIMIDIS DUCTUS DEFERENS DUCTUS EJACULATORIUS ORGANA GENITALIA EXTERNA SCROTUM PENIS GLANDULAE GENITALES ACCESSORIAE GLANDULA SEMINALIS GLANDULA PROSTATA GLANDULA BULBOURETHRALIS 9/20/04 2 PENAMPANG TRANSVERSAL GENITAL MASKULIN DUCTUS

DEFERENS GLANDULA VESICALIS VESICALIS DUCTUS EJACULATORIUS GLANDULA PROSTATA GLANDULA BULBOURETHRALIS BULBO-URETHRALIS URETHRA PENIS URETHRA GLANS PENIS EPIDIDYMIS TESTIS SCROTUM

9/20/04 3 TESTIS BENTUK: OVOID PIPIH (SEPASANG) UKURAN: 4 - 4,5 cm X 2 - 2,5 cm X 2 - 2,5 cm, BERAT: 15 - 25 g LOKASI: EKSTRA-ABDOMINAL, DI DALAM KANTONG SCROTUM

ORGANISASI: DIBUNGKUS OLEH: TUNICA VAGINALIS (TUNICA SEROSA) LAMINA PARIETALIS LAMINA VISCERALIS TUNICA ALBUGINEA (JARINGAN PENGIKAT) LOBULUS TESTIS: DIPISAHKAN OLEH SEPTULUM TESTIS, LANJUTAN T. ALBUGINEA PARENCHYMA TESTIS: TUBULUS SEMINIFERUS INSTERSTITIUM TESTIS 9/20/04 4 SELUBUNG TESTIS

TUNICA VAGINALIS PROPRIA TESTIS LAMINA PARIETALIS LAMINA VISCERALIS DIPISAHKAN OLEH CELAH BERISI CAIRAN SEROSA JARINGAN PENGIKAT DILAPISI MESOTEL BERASAL DARI PERITONEUM TUNICA ALBUGINEA: LANGSUNG KONTAK PARENKIM

JARINGAN PENGIKAT PADAT FIBROSA MELANJUTKAN SEBAGAI SEPTULUM TESTIS SECARA RADIER DIDAERAH POSTERIOR MENJADI MEDIASTINUM TESTIS TUNICA VASCULOSA TESTIS SEPTULUM TESTIS: MEMBATASI RUANGAN BERBENTUK PIRAMID 250 RUANGAN BERISI LOBULUS TESTIS 9/20/04 5 LOBULUS TESTIS KOMPONEN: TUBULUS SEMINFERUS CONVULOTUS SEBANYAK 1 - 4 BATANG. JARINGAN INTERSTITIEL

MENEMPATI RUANGAN YANG DIBATASI: TUNICA ALBUGINEA JARINGAN PENGIKAT PADAT MELANJUTKAN MENJADI SEPTULUM TESTIS MEDIASTINUM TESTIS (SEBELAH POSTERIOR) TUNICA VASCULOSA JARINGAN PENGIKAT LONGGAR, ANYAMAN PEMB. DARAH MENGIKUTI SEPTULUM MELANJUTKAN MENJADI JARINGAN INTERSTITIAL: BERISI SEL MAKROFAG, FIBROBLAS, MASTOSIT, SEL MESENKIM SEL INTERSTITIEL LEYDIG SEL KELENJAR ENDOKRIN MENGHASILKAN TESTOSTERON 9/20/04 6 DUCTUS DEFERENS

EPIDIDYMIS 9/20/04 7 TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS BENTUK DAN UKURAN : PIPA HALUS, BERKELOK-KELOK PANJANG: 30 - 70 cm, DIAMETER:150 - 250 m FUNGSI: PARS SECRETORIA DARI KELENJAR SITOGENIK DINDING: EPITEL BERLAPIS ( 4 - 8 LAPIS)

SEL SPERMATOGENIK SPERMATOGONIUM SPERMATOSIT PRIMER SPERMATOSIT SEKUNDER SPERMATID SPERMATOZOON SEL PENYOKONG: SEL SERTOLI MEMBRANA BASALIS LAMINA PROPRIA 9/20/04 SEL-SEL MESENKHIM DARI JARINGAN INTERSTITIEL SEL MYOID: EPITELOID DAN KONTRAKTIL 8 TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS

9/20/04 9 SEL SPERMATOGENIK DALAM TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS SPERMATOGONIUM B SPERMATOGONIUM A SEL MIOID SEL SERTOLI SPERMATID SPERMATOSIT IB 9/20/04 10

SEL SPERMATOGENIK SPERMATOGONIUM TIPE A SEL BULAT, KECIL, INTI DENGAN KHROMATIN YANG BERKELOMPOK; DEKAT MEMBRANA BASALIS; MENGADAKAN MITOSIS BEBERAPA KALI; SEBAGIAN BERDIFERENSIASI MENJADI: SPERMATOGONIUM TIPE B SEL BULAT, TUMBUH LEBIH BESAR DAN BERDIFERENSIASI: SPERMATOSIT PRIMER MIOSIS I, MENJADI HAPLOID, MENJAUHI M. BASALIS SPERMATOSIT SEKUNDER MIOSIS II, HAPLOID, SEL BERUKURAN PALING BESAR DARI SEL SPERMATOGENIK; MELAKUKAN SPERMATOGENESIS SPERMATOZOA BENTUK SUDAH BERUBAH, DENGAN KELENGKAPAN UNTUK BERGERAK CEPAT MENCAPAI PERMUKAAN EPITEL.

9/20/04 11 SEL SPERMATOGENIK DAN SEL SERTOLI 9/20/04 12 SPERMATOGENESIS FASE I: SPERMATOGONIUM A, PROLIFERASI SEBAGIAN MENJADI SPERMATOGONIUM B HASIL MITOSIS SPERMATOGONIUM B MENJADI SPERMATOSIT I FASE II:

MEIOSIS SPERMATOSIT I (HAPLOID) SPERMIOGENESIS FASE III DIFERENSIASI SPERMATID (HAPLOID) SPERMATOZOON 9/20/04 SPERMATOSIT DAN TURUNAN TIDAK MEMISAHKAN DIRI SEBELUM SELESAI 13 SPERMIOGENESIS 1) FASE GOLGI PEMBENTUKAN BUTIR AKROSOMAL DALAM KOMP. GOLGI

PENYATUAN BUTIR2 MENJADI BUTIR AKROSOMAL DALAM GELEMBUNG AKROSOMAL GEL. AKROSOMAL MENDEKATI INTI MENJADI TUDUNG AKROSOMAL PADA CAPUT SPERMATOZOA 2) PEMISAHAN SENTRIOLE & PEMBENTUKAN FLAGELUM PEMBENTUKAN FLAGELLUM POSISI SENTRIOLE BERSEBRANGAN, DI PANGKAL FLAGELLUM 3) PERGERAKAN SITOPLASMA KE ARAH FLAGELLUM PELEPASAN SITOPLASMA YANG TIDAK TERPAKAI SITOPLASMA MENIPIS 4) PERPINDAHAN MITOKHONDRIA PINDAH KE PANGKAL FLAGELUM, TERSUSUM SPIRAL 5) PERUBAHAN BENTUK INTI INTI MENJADI PIPIH DAN LONJONG 9/20/04

14 SPERMIOGENESIS 9/20/04 15 STRUKTUR SPERMATOZOA BAGIAN-BAGIAN: 1. CAPUT: UKURAN: 4-5 m X 2,5-3,5 m MENGANDUNG SUBSTANSI INTI

TUDUNG AKROSOMAL: 2/3 BAGIAN DEPAN, MENGANDUNG ENZIM DAERAH PASCA AKROSOMAL 2. COLLUM: PANJANG : 1 m 2 SENTRIOLE YANG TERLETAK PADA PROKSIMAL DAN DISTAL 3. CAUDA: SUMBU : AXONEMA UKURAN 55 m MIDDLE PIECE : 5 - 7 m MENGANDUNG MITOKHONDRIA (SPIRAL) PRINSIPAL PIECE : 45 m x 0,5 m SELUBUNG FIBROSA END PIECE : 5 m - 7 m 9/20/04

DISELUBUNGI SITOPLASMA TIPIS DAN MEMBRAN SEL. 16 SEL SERTOLI STRUKTUR DASAR SILINDRIS; BERTUMPU PADA MEMBRANA BASALIS; MENCAPAI PERMUKAAN TUBULUS SEMINIFERUS; SITOPLASMA MENYELUBUNGI BEBERAPA SEL SPERMATOGENIK DI SEKELILINGNYA; INTI: MELIPAT-LIPAT; 9 m X 12 m FUNGSI: 1. MENOPANG SECARA MEKANIK 2. PERLINDUNGAN SEL-SEL SPERMATOGENIK 3. MEMBENTUK SAWAR 4. NUTRISI

5. FAGOSITOSIS SISA-SISA SITOPLASMA SEL SPERMATOGENIK 9/20/04 17 HUBUNGAN SEL SERTOLI DENGAN SEL SPERMATOGENIK 9/20/04 18 TUBULUS SEMINIFERUS RECTUS STRUKTUR:

BAGIAN DARI LOBULUS TESTIS KELANJUTAN TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS PENDEK LUMEN LEBIH SEMPIT DINDING: TANPA SEL-SEL SPERMATOGENIK SEL-SEL SERTOLI MULAI JARANG, YANG AKAN MENGHILANG EPITEL KUBOID SELAPIS LOKASI: RUANGAN YANG DIBATASI OLEH SEPTULA TESTIS DAERAH POSTERIOR

FUNGSI: DUCTUS EXCRETORIUS BERMUARA DALAM RETE TESTIS 9/20/04 19 RETE TESTIS LOKASI: MEDIASTINUM TESTIS (DAERAH POSTERIOR TESTIS) STRUKTUR: ANYAMAN RUANGAN-RUANG SEMPIT DIBATASI OLEH: EPITEL KUBOID SELAPIS SEL EPITEL MEMILIKI MIKROVILI (JARANG) DIKELILINGI OLEH JARINGAN PENGIKAT PADAT

FUNGSI: DUCTUS EXCRETORIUS PENGHUBUNG ANTARA TUBULUS SEMINIFERUS RECTUS DAN DUCTULUS EFEFERENTES MENYALURKAN SPERMA 9/20/04 20 RETE TESTIS 9/20/04 21 JARINGAN INTERSTITIEL LETAK: DIANTARA TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS

STRUKTUR JARINGAN PENGIKAT JARINGAN SARAF PEMBULUH DARAH PEMBULUH KAPILER TIPE FENESTRA SEL INTERSITIEL LEYDIG 9/20/04

BERKELOMPOK ATAU MENYENDIRI BERINTI BULAT DIKELILINGI KAPILER DARAH SEL ENDOKRIN MENGHASILKAN HORMON TESTESTERON 22 SEL INTERSTITIEL LEYDIG 9/20/04 23 DUCTULUS EFFERENTES TESTIS PENAMPILAN: 12 -15 BATANG SALURAN BERJALAN SPIRAL SEBAGAI KELAN-JUTAN RETE TESTIS MUNCUL DARI PERMUKAAN TESTIS

MEMBENTUK BANGUNAN SEBAGAI KERUCUT SEBANYAK 5 - 10 CONUS VASCULOSUS PUNCAK MENHADAP PERMUKAAN TESTIS DASAR KERUCUT MENGHADAP EPIDIDYMIS MIKROSKOPIS POTONGAN MELINTANG: BENTUK LUMEN DIBATASI PERMUKAAN YANG BERGELOMBANG EPITEL SELAPIS DENGAN 2 KELOMPOK SEL YANG BERBEDA UKURAN, TERSUSUN SECARA BERGANTIAN: KELOMPOK SEL-SEL BERBENTUK KUBOID KELOMPOK SEL-SEL BERBENTUK SILINDRIS BERSILIA DILUAR MEMBRANA BASALIS: SEL-SEL OTOT POLOS SIRKULER 9/20/04 24 DUCTULUS EFFERENTES TESTIS

SEL OTOT POLOS 9/20/04 25 TRACTUS GENITALIS INTRATESTICULARIS FUNGSI: TRANSPORTASI PRODUK KELENJAR TUBULUS SEMINIFERUS RECTUS RETE TESTIS DUCTULUS EFFERENTIS DUCTUS EPIDIDYMIDIS 9/20/04

26 EPIDIDYMIS PENAMPILAN: BERBENTUK SEBAGAI BULAN SABIT, PANJANG < 7,6 cm MENEMPEL TESTIS LOKASI: SISI DORSAL TESTIS BAGIAN-BAGIAN: CAPUT EPIDIDYMIDIS (DI ATAS) CORPUS EPIDIDYMIDIS

CAUDA EPIDIDYMIDIS ( MENGECIL DI BAWAH) KOMPONEN: SELUBUNG: TUNICA SEROSA TESTIS (TUNICA VAGINALIS) DUCTUS EPIDIDYMIDIS YANG BERKELOK-KELOK MULAI DARI CAPUT DAN BERAKHIR PADA CAUDA EPIDIYMIDIS TERSUSUN PADAT ANYAMAN PEMBULUH DARAH 9/20/04 27 DUCTUS EPIDIDYMIDIS PENAMPILAN: BERKELOK-KELOK PADAT

SEJUMLAH POTONGAN MELINTANG DUCTUS EPIDIDYMIDIS YANG BERDEKATAN DIPISAHKAN OLEH JARINGAN PENGIKAT BENTUK POTONGAN: BULAT, OVAL ATAU LAIN. UKURAN: PANJANG MENCAPAI 6 meter MIKROSKOPIS: EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS : SEL SILINDRIS TINGGI DENGAN STEREOSILIA MAKIN KE DISTAL MAKIN PENDEK MENJADI KUBOID MEMPUNYAI FUNGSI SEKRETORIS SEL BASAL : PENDEK TIDAK MENCAPAI PERMUKAAN FUNGSI: TIDAK JELAS LAPISAN OTOT POLOS BERTAMBAH TEBAL KE ARAH CAUDA EPIDIDYMIDIS DAERAH CAPUT: SIRKULER

DAERAH CORPUS : 2 LAPIS - SIRKULER DAN SERONG 9/20/04 DAERAH CAUDA: 3 LAPIS 28 DUCTUS EPIDIDYMIDIS SAYATAN EPIDIDYMIS 9/20/04 29 DUCTUS DEFERENS MEMBRANA MUCOSA: MEMBENTUK LIPATAN MEMANJANG TERUTAMA DI DAERAH AMPULLA BENTUK LUMEN MENJADI TIDAK TERATUR EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS

SEL-SEL SILINDRIS PENDEK DENGAN STEREOSILIA SEL-SEL BASAL BERBENTUK PIRAMIDAL, TIDAK MENCAPAI PERMUKAAN LAMINA PROPRIA JARINGAN PENGIKAT LONGGAR BANYAK SERABUT ELASTIS TUNICA MUSCULARIS: LAPISAN OTOT POLOS TEBAL (1 mm): STRATUM LONGITUDINALE INTERNUM STRATUM CIRCULARE STRATUM LONGITUDINALE EXTERNUM TUNICA ADVENTITIA: 9/20/04JARINGAN PENGIKAT LONGGAR 30

DINDING PARS FUNICULARIS DUCTUS DEFERENS 9/20/04 31 URETHRA MASCULINA URETHRA PARS PROSTATICA DIKELILINGI JARINGAN GLANDULA PROSTATA BENTUK LUMEN: PIPIH BANYAK MUARA GLANDULA PROSTATA COLLICULUS SEMINALIS = TONJOLAN PERMUKAAN DORSAL TERDAPAT MUARA: VAGINA MASCULINA = UTRICULUS PROSTATICUS (SALURAN BUNTU DI TENGAH) 2 BUAH DUCTUS EJACULATORIUS (KIRI KANAN VAGINA

MASC.) CRISTA URETHRALIS SUPERIOR DAN CRISTA URETHRALIS INFERIOR: LANJUTAN COLLICULUS SEMINALIS EPITEL TRANSTITIONAL URETHRA PARS MEMBRANACEA (PANJANG 18 mm) DIBATASI EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS/ BERLAPIS URETHRA PARS CAVERNOSA 9/20/04 DIBAHAS BERSAMA PEMBAHASAN PENIS 32 ORGAN GENITALIA EXTERNA SCROTUM:

KANTUNG YANG BERASAL DARI DINDING DEPAN PERUT: KULIT TUNICA DARTOS: SEBAGAI LANJUTAN JARINGAN SUBCUTIS JARINGAN PENGIKAT MENGANDUNG OTOT POLOS FASCIA CREMASTERICA : JARINGAN PENGIKAT M. CREMASTER (LANJUTAN OTOT DINDING PERUT) FUNGSI: MELINDUNGI TESTIS PENIS: TERBENTUK OLEH 3 BANGUNAN SILINDRIS: CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE 2 CORPORA CAVERNOSA PENIS MASING-MASING TERBENTUK OLEH JARINGAN SEPERTI 9/20/04 33 SPONS STRUKTUR HISTOLOGI PENIS

ARTERI DORSALIS PENIS TUNICA ALBUGINEA CORPUS CAVERNOSUM FASCIA PENIS A. PUDENDA PENIS CORPOS SPONGIOSUM 9/20/04 URETHRA 34 STRUKTUR MIKROSKOPIS PENIS

CORPUS CAVERNOSUM PENIS: MERUPAKAN JARINGAN EREKTIL/KAVERNUS DI TENGAH DILALUI A. PROFUNDA PENIS MASING-MASING DISELUBUNGI OLEH TUNICA ALBUGINEA TEBAL TUNICA ALBUGINEA = JARINGAN PENGIKAT FIBROSA PADAT ( 2 mm) SERABUT-SERABUT KOLAGEN KEBANYAKAN MEMANJANG DIBAGIAN TENGAH BERSATU MENJADI SEPTUM PECTINIFORME TUNICA ALBUGINEA MEMBERIKAN JARINGAN PENGIKAT KE DALAM CORPUS CAVERNOSUM SEBAGAI TRABECULA CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE MERUPAKAN JARINGAN EREKTIL BULBUS URETHRAE = SEBAGAI PANGKAL BERBENTUK BULAT MELANJUTKAN SEBAGAI GLANS PENIS DISELUBUNGI JUGA OLEH TUNICA ALBUGINEA, LEBIH TIPIS

9/20/04 35 CORPUS CAVERNOSUM STRUKTUR: ANYAMAN RUANGAN-RUANGAN YANG DILAPISI OLEH ENDOTEL RUANGAN-RUANGAN DIPISAHKAN: TRABEKULA YANG MERUPAKAN LANJUTAN DARI TUNICA ALBUGINEA TERDAPAT ARTERI HELICINAE YANG BERJALAN SPIRAL TERDAPAT SERABUT-SERABIT OTOT POLOS PERBEDAAN ANTARA C.C. PENIS DAN C.C. URETHRAE

CORPUS CAVERNOSUM PENIS: RUANGAN-RUANGAN SEMAKIN DEKAT TUNICA ALBUGINEA SEMAKIN KECIL CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE: RUANGAN-RUANGAN HAMPIR SAMA BESAR 9/20/04 36 STRUKTUR MIKROSKOPIS CORPUS CAVERNOSUM PENIS CAVERNOSUM URETRA 9/20/04 CORPUS 37 GLANDULAE GENITALES

ACCESSORIAE GLANDULA VESICULOSA S. GLANDULA VESICALIS SEPASANG BERBENTUK PANJANG 15 cm , SEBAGAI TONJOLAN KELUAR DUCTUS DEFERENS , BERKELOK-KELOK PADAT GLANDULA PROSTATA SEBUAH, BERUKURAN PALING BESAR DI ANTARA KELENJAR LAIN TERLETAK DI BAWAH VESICA URINARIA GLANDULA BULBOURETHRALIS COWPERI SEBESAR KACANG KAPRI, KIRI KANAN BULBUS URETHRAE

GLANDULAE PARAURETHRALES KELENJAR PENGHASIL MUKOSA BERADA DI SEKITAR URETHRA PARS CAVERNOSA GLANDULAE INTRAEPITHELIALES KELENJAR PENGHASIL MUKOSA DALAM EPITEL URETHRA PARS CAVERNOSA 9/20/04 38 GLANDULA VESICALIS DINDING: MEMBRANA MUCOSA MELIPAT-LIPAT DAN BERCABANG BEBERAPA KALI SALING BERHUBUNGAN, SEHINGGA MEMBERI GAMBARAN ADANYA

LUBANG-LUBANG DARI BERBAGAI UKURAN EPITEL: SILINDRIS SELAPIS/ SEMU BERLAPIS LAMINA PROPRIA, JARINGAN PENGIKAT LONGGAR TIPIS TUNICA MUSCULARIS LAPISAN OTOT POLOS LEBIH TIPIS DARIPADA TUNICA MUSCULARIS DUCTUS DEFERENS TUNICA ADVENTITIA LAPISAN JARINGAN PENGIKAT TIPIS FUNGSI: SEKRESI KENTAL KAYA KANDUNGAN FRUCTOSE DIPERLUKAN UNTUK SUMBER BAHAN MAKANAN UNTUK SPERMATOZOA YANG MEMERLUKAN ENERGI 9/20/04 39 GLANDULA VESICALIS

9/20/04 40 GLANDULA PROSTATA KAPSUL: JARINGAN PENGIKAT FIBROELASTIK PADAT MEMBERIKAN SEPTA TERDIRI ATAS JARINGAN FIBROMUSKULER SEKELILING KELENJAR TERDIRI ATAS: GABUNGAN KELENJAR TUBULO-ALVEOLER BERCABANG SEBANYAK 30 - 50 UNIT

KELOMPOK KELENJAR: DAERAH MUKOSAL: SEKITAR URETHRA PARS PROSTATICA DAERAH SUBMUKOSAL: SEKITAR DAERAH MUKOSAL DAERAH DI BAWAH KAPSEL: KELENJAR PROSTAT UTAMA PARS SECRETORIA: EPITEL : GEPENG/KUBOID/GEPENG SELAPIS MEMBRANA BASALIS: KURANG JELAS DUCTUS EXCRETORIUS: BERMUARA DALAM URETHRA PARS PROSTATICA 9/20/04 41

KELOMPOK GLANDULA PROSTATA 9/20/04 42 MIKROSKOPIK GLANDULA PROSTATA 9/20/04 43 GLANDULA BULBOURETHRALIS COWPERI KELENJAR TUBULO-ALVEOLER PARS SECRETORIA: EPITEL: GEPENG/KUBOID/SILINDRIS

DUCTUS EXCRETORIUS: EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS BERMUARA DALAM URETHRA PARS MEMBRANACEA SIFAT SEKRESI: MUKUS 9/20/04 44 9/20/04 45

9/20/04 46

Recently Viewed Presentations

  • Fundamentals - Imperial Valley College

    Fundamentals - Imperial Valley College

    Tin (50) has . ten stable . isotopes while Sb(51) only has . two. Atomic numbers with the most number of stable isotopes are 2, 8, 20, 50, 82, 114, 126, and 184-are called . magic numbers.
  • JMU GenCyber Boot Camp Summer, 2015 Network Sniffing

    JMU GenCyber Boot Camp Summer, 2015 Network Sniffing

    Address Resolution. All network communications must be carried out over physical networks. Each machine has a unique physical address. Programs (and humans) use IP addresses to specify the machine to which a message is sent. The address resolution problem -...
  • Assessing for College and Career Readiness:

    Assessing for College and Career Readiness:

    The ability to ask well-defined questions is an important component of literacy, helping to make students critical consumers of knowledge. Questions can be driven by curiosity about the world, inspired by a model's predictions, or they can result from a...
  • Dr Hans Bruyninckx I 24 November 2016 I

    Dr Hans Bruyninckx I 24 November 2016 I

    As well as renal impairment, immunotoxicity and toxicity to the reproductive organs. Methymercury - transfer across the placenta first thought to be impossible - now recognised as a pathway for foetal exposure .
  • Science Starter  What is a chemical that is

    Science Starter What is a chemical that is

    Matter Flow Chart. Separation of Mixtures. I. Hand Separation-Literally separating by appearances. II. Filtration-Separation by size using a filter. The filter allows for smaller particles to leave while containing the larger ones. III. Distillation
  • Chapter 2

    Chapter 2

    The common law trial system - judge and jury - evolved to make decisions about relatively simple facts and complex human motivations such as mens rea. It is based on adversary advocacy and unbiased/uninformed decisionmakers. It absolves lawyers of moral...
  • Why did the Confederates lose the war? 2J

    Why did the Confederates lose the war? 2J

    Paragraph: PEEL structure. Make sure you think about the judgement and link back to the question! Conclusion: repeat the judgement and use the arguments in support. Discuss judgement, etc… as a class before they start to make sure they are...
  • Small Group Instruction - amazingachievement.weebly.com

    Small Group Instruction - amazingachievement.weebly.com

    Small Group Instruction. ... Jump rope rhymes and tongue twisters. Songbooks. Paper, pencils, crayons. ... Children enthusiastically visit this station to read plays and retell stories. It is a "space where oral language related to books can flourish. The more...