Upper and Lower Limbs - WordPress.com

Upper and Lower Limbs - WordPress.com

Upper and Lower Limbs Anatomi Create By: Hendra Kuganda Upper Limb Winged Scapula: Cedera n. thoracis longus paralisis m. serratus anterior bagian medial-inferior scapula bergerak ke lateral dan posterior menjauhi dinding thorax scapula tampak seperti sayap (terutama saat mengangkat lengan). Shoulder Separation

Grade 2 Shoulder Separation: Dislokasi art. Acromioclavicula. Terjadi bila terjadi ruptur lig. acromioclavicular dan lig. coracoclavicular bahu terpisah dari clavicula dan jatuh. Grade 3 Dislokasi art. glenohumeral: Dislokasi >> ke arah inferior, krn ada arcus coraco-acromial dan rotator cuff cegah dislokasi ke superior. Dibagi menjadi: dislokasi anterior dan posterior, tergantung gerakan caput humeri thd tuberculum infraglenoidale.

Tendinopathy and Impingement of rotator cuff: Rotator cuff muscles: m. supraspinatus, m. infraspinatus, m. teres minor, dan m. subscapularis fiksasi art. glenohumeral. Cedera >> pada tendo m. supraspinatus tidak bisa menginisiasi abduksi. Degenerative tendinitis of rotator cuff: krn repetitive use (misal baseball pitcher) Impingement of rotator cuff: m. rotator cuff bergesekan dgn arcus coracoacromial inflamasi. Fraktur clavicula: >> di 1/3 lateral, pada anak2. Fragmen medial clavicula terangkat

krn m. SCM, fragmen lateral jatuh (shoulder drop), dan proksimal humerus tertarik ke medial krn m. pectoralis major. Pada anak, fraktur terjadi inkomplit, disebut greenstick fracture. Fraktur Humerus: >> di collum chirurgicum, pada lansia osteoporosis. Pada tuberculum majus : avulsion fracture. Direct contact bagian humerus dgn nervus: 1)collum chirurgicum: n. axillaris, 2)sulcus radialis: n. radialis, 3)akhir distal: n. medianus,

Fraktur scapula: Banyak terjadi pada acromion. Fraktur scaphoid: Fraktur carpal tersering. Fraktur avaskuler nekrosis degenerasi; diTx bedah penyatuan os carpal = arthrodesis Fraktur hamatum: Bisa melukai n. et a. ulnaris Fraktur metakarpal: Fraktur metakarpal 5 (boxers fracture) Fraktur falang: Distal comminuted, painful hematome. Proksimal hati2

tendon flexor Humeral fracture Clavicle fracture Scaphoid fracture Colles Fracture: Fraktur distal radius dimana fragmen distal terdorong ke dorsal, sering disertai fraktur proc. styloideus ulna dinner fork deformity. >> wanita tua, osteoporosis, jatuh bertumpu pd tangan (dorsifleksi).

Subluksasi caput radii (Incomplete dislocation): = Nursemaids elbow, pulled elbow >> Anak kecil, perempuan. Smiths Fracture: Fraktur distal radius dimana fragmen distal terdorong ke ventral/anterior (kebalikan Colles) Galleazzis Fracture: Fraktur corpus radius dengan dislokasi ujung distal ulna Monteggias Fracture: Fraktur corpus ulna dengan dislokasi caput radii.

Nursemaids elbow Monteaggis fracture Galeazzis fracture Claw Hand Claw Hand (main en griffe): Karena lesi n.ulnaris bagian distal atrofi m. interosseus tangan dengan hiperekstensi art. metacarpophalangeal dan fleksi art. interphalangeal Drop Hand/ Wrist Drop: Karena lesi pada n. radialis paralisis extensor pergelangan tangan dan jari2

Drop Hand Ape hand: Karena lesi n. medianus deformitas dgn ekstensi ibu jari di bidang yg sama dgn telapak dan jari Ape Hand Obstetrical Hand (accoucheurs hand): Posisi tangan pada tetanus atau muscular dystrophy; jari terfleksi pada art. metacarpophalangeal dan terekstensi pada art. phalangeal, dengan ibu jari terfleksi dan adduksi ke telapak tangan, seperti tangan saat vaginal exam. Volkmanns Contracture: Deformitas fleksi pada jari tangan, dan kadang pergelangan tangan, tungkai bawah, juga kaki.

Compartment syndrome ischemia nekrosis irreversibel jaringan otot pemendekan otot secara permanen fleksi terus menerus. Lateral humeral epicondylitis (tennis elbow): Penggunaan berulang otot2 extensor superficial antebrachii inflamasi epicondylus lateral (tempat perlekatan dari tendo otot2 extensor) Tennis Elbow Dupuytrens Contracture

Dupuytrens Contracture: Fascia dan aponeurosis palmaris memendek, menebal, dan fibrosis menarik jari 4 dan 5 sehingga mengalami fleksi parsial. Grade 1 Grade 2 Grade 3 Cubital Tunnel syndrome: Penekanan n. ulnaris saat melewati cubital tunnel. Cubital tunnel = saluran yang terbentuk oleh arcus tendineus m. flexor

carpi ulnaris yang mengubungkan humerus dan ulna. Tanda gejala: lesi n. ulnaris pada sulcus ulnaris di posterior epycondylus medialis. Guyon Tunnel Syndrome: Penekanan n. ulnaris saat melewati canalis ulnaris (Guyon tunnel). Guyon tunnel = saluran yanng dibentuk oleh os pisiform dan hammulus os hammati Carpal Tunnel Syndrome: Penekanan struktur-struktur yang melewati carpal tunnel (canalis carpalis), terutama n. medianus. Canalis carpalis = saluran yang berada di pergelangan tangan dan dibentuk oleh os carpal dan retinaculum flexorum. Tanda gejala: paresthesia, hypoesthesia, atau anesthesia pada 3 lateral jari tangan Cubital Tunnel

Syndrome GuyonTunnel Syndrome Carpal Tunnel Syndrome Polydactyly : Jumlah jari tangan/kaki >5 Syndactyly: Jari-jari menyatu, bisa membranosa (dihubungkan membran, seperti kaki bebek) atau osseosa (tulangnya ikut menyatu). Ectrodactyly: Kelainan kongenital dimana tidak terdapat 1/lebih jari. Disebut juga split hand/foot, atau capit lobster. Polydactyly

Syndactyly Ectrodactyly Amelia: Tidak ada salah satu anggota gerak atau keduanya secara kongenital. Meromelia: Ada anggota gerak, tapi tidak sempurna (kongenital), misal: phocomelia, hemimelia. Phocomelia Phocomelia: Anomali meromelia yang ditandai dengan tidak adanya bagian proksimal 1 ekstremitas / lebih kaki/tangan langsung melekat pada

batang tubuh melalui tulang kecil yang ireguler. Lower Limb Coxa vara: Penurunan sudut inklinasi antara collum femoris dan corpus femoris. Coxa valga: Peningkatan sudut inklinasi antara collum femoris dan corpus femoris. Fraktur femur: >> di collum femoris, terutama pada wanita tua dgn osteoporosis. Bisa juga terjadi interthrochanterica, intracapsular, spiral (di corpus), dll.

Fraktur caput femoris: rotasi lateral lower limb & gangguan supply darah aseptic vascular necrosis. Coxa vara (<120O) Normal (120O -135O) Femoral neck fracture Coxa valga (>135O) Fraktur tibia:

>> di corpus pada bagian 1/3 distal (paling sempit) Tipe fraktur: 1) open, 2) transverse stress (march), atau 3) diagonal. Fraktur calcaneus: Biasanya comminuted fracture (remuk) krn jatuh pada tumit Fraktur fibula: >> di bagian distal (2-6 cm proksimal dari malleolus lateralis) dan berhubungan dengan ankle injury Fraktur malleolus medial (tibia) et lateral (fibula) >>

pada pemain sepakbola dan basket Clergymans knee: edema yang terjadi pada ujung proximal tibia, yang terjadi pada bursitis infrapatela subcutan yang disebabkan oleh friksi berlebih antara kulit dan tuberositas tibia Housemaids knee: prepatelar bursitis dengan distensi bursa karena penumpukan dan membentuk pembengkakan didepan lutut. Patellar dislocation: Dislokasi patella, biasanya ke arah lateral. Knee arthroscopy: Visualisasi bagian dalam cavitas synovialis sendi lutut. Bisa juga digunakan untuk

debridement dan perbaikan ligamen. Arthroscopy Aspirasi articulatio genu (sendi lutut): Mengambil cairan pada sendi, misalnya pada effusi sendi. Knee replacement arthroplasty: Prosedur penggantian sendi lutut dengan sendi buatan, misalnya pada osteoarthritis Aspirasi Arthroplasty Genu valgum (knock-knee): Angulasi lateral dari tungkai bawah terhadap paha.

Karena tekanan di bagian lateral lutut jadi lebih besar maka bagian ini jadi rawan mengalami arthrosis (destruksi kartilago sendi). Genu varum (bowleg) : Angulasi medial dari tungkai bawah terhadap paha. Karena tekanan di bagian medial lutut jadi lebih besar maka bagian ini jadi rawan mengalami arthrosis (destruksi kartilago sendi). Ankle Sprain merupakan injury pada ligamentum pada ankle. Dibagi menjadi

eversion dan inversion sprain Inversion Sprain Eversion Sprain Terjadi saat pedis mengalami putar paksa di mana telapak kaki mengarah ke medial Terjadi saat pedis mengalami putar paksa di mana telapak kaki mengarah ke lateral Letak cedera : ligamentum lateral Letak cedera : ligamentum medial

Inversion sprain Eversion sprain Potts fracture Peregangan ligamentum deltoideum yang kuat fraktur malleolus medialis talus bergeser ke lateral mengikis lepas malleolus lateralis, atau menyebabkan patahnya fibula di bagian proksimal dari articulatio tibiofibularis inferior.

Dislokasi-fraktur pada pergelangan kaki ini sering disebut Potts Fracture Compartement syndrome : Peningkatan tekanan jaringan dalam ruang anatomis berbatas jepit vasa dan saraf otot ischemia nekrosis nyeri, kelemahan otot, hilangnya sensorik, dan ketegangan yang dapat diraba pada ruang yang bersangkutan.

Fasciotomy : Prosedur bedah insisi/ transeksi fascia dengan tujuan dekompresi (mengurangi tekanan di kompartemen) Intramuscular Gluteal Injection: Aman bila dilakukan pada kuadran superolateral gluteus atau superior terhadap garis penguhubung antara SIAP dan trochanter mayor. Dapat dilakukan juga pada daerah anterolateral, dimana jarum menembus pada tensor fascia lata. Jari telunjuk ditempelkan pada

SIAS,jari tengah menempel di tuberculum illiacum injeksi di area segitiga antara jari tengah dan telunjuk. Plantar Fasciitis Inflamasi pada fascia plantaris, biasanya disebabkan overuse. Nyeri dirasa paling parah setelah duduk atau memulai berjalan di pagi hari. Pes Cavus (claw foot): Arcus longitudinal kaki sangat tinggi, bisa karena kongenital atau kontraktur ataupun gangguan keseimbangan

otot. Pes Valgus: Eversi permanen dari kaki Pes Varus: Inversi permanen dari kaki Clubfoot (talipes equinovarus): Kaki inversi, ankle plantar fleksi, dan forefoot adduksi (menuju midline secara abnormal) Clubfoot Pes cavus (claw foot) Pes valgus

Pes varus Pes planus (flatfeet): Tidak ada arcus longitudinalis medialis pada permukaan palmar kaki. Flexible: loose/ degenerasi ligamen intrinsik flat saat menumpu beban, tetapi terlihat normal saat biasa. Rigid: flat meskipun tidak menumpu beban Acquired: sekunder akibat disfungsi m. tibialis posterior. Drop foot Pediatric flatfoot

Normal pediatric foot Drop Foot: Terkulainya kaki akibat lesi n. peronealis atau n. tibialis kelumpuhan otot anterior betis Hallux valgus : Deviasi lateral dari hallux (ibu jari kaki), krn tekanan dari sepatu atau degenerative joint diseases. Terkadang terjadi inflamasi pada kulit yang menebal pada proximal interphalang joint, terutama di kelingking (corn).

Hallux valgus Bunion: Penonjolan abnormal sisi dalam capitulum metatarsal I, disertai pembentukan bursa Bunion dan dapat disebabkan / menyebabkan hallux valgus. Hammer toe: Phalanx proximal mengalami dorsofleksi permanen pada art. metatarsophalangea, sedangkan phalanx media mengalami

plantarfleksi permanen pada art. interphalangea proximal. Claw toe: Hiperekstensi art. metatarsophalangea dan fleksi art. interphalangea distal Hammer toe Claw toe Mallet toe Arthritis : Proses inflamasi pada sendi Goutyarthritis : inflamasi pada sendi disebabkan akumulasi kristal asam

urat . Biasanya di Metatarsophalang I (jempol kaki) Osteoarthritis : Inflamasi pada sendi karena proses degenerasi kartilago Biasanya di sendi lutut,hip, dan DIP Rheumathoid arthritis : inflamasi kronis degeneratif pada sendi, ada proses autoimmun. Biasanya di sendi PIP, MCP

Recently Viewed Presentations

  • GS Program Models

    GS Program Models

    Oversee final week of magazine production. Committee. Reflect on purpose of program, make adjustments from year to year, offer recommendations to dept. Conduct GA hiring. Administer evaluations and surveys. Manage program documents.
  • 2016 MATHS TALENT QUEST PROMOTE MATHEMATICS . CAPTURE

    2016 MATHS TALENT QUEST PROMOTE MATHEMATICS . CAPTURE

    The Maths Talent Quest (MTQ) is an annual activity organised by the Student Activities Committee of The MAV, open to all primary and secondary school students . The MTQ allows students to look at real life situations through researching a...
  • MEETING ENGLISH PROFICIENCY REQUIREMENTS FOR J-1S AND OTHER

    MEETING ENGLISH PROFICIENCY REQUIREMENTS FOR J-1S AND OTHER

    Hello, this is Moroni Flake with English3. We recently partnered with TAMU and KUMC on their process for evaluating English proficiency for J-1 scholars. And in an effort to better understand the broader challenges among tier-1 research universities, we completed...
  • &quot;Epiphenomenal Qualia&quot; - Michael Johnson

    "Epiphenomenal Qualia" - Michael Johnson

    According to the theory of evolution by natural selection, complex functions evolve only when they confer a reproductive advantage. Conscious mental states seem to have evolved, they fulfill a complex function, and yet according to epiphenomenalism they cannot covey any...
  • TC Cases - Wild Apricot

    TC Cases - Wild Apricot

    Switch scripts Please call out a piece of info. you are missing as the dispensing pharmacist or may be hard to interpret Confirm you have all of the required information Patient name, address, and DOB Address must be on script...
  • Bio1H Midyear Exam Review - Mr. Kozel&#x27;s BHS Biology

    Bio1H Midyear Exam Review - Mr. Kozel's BHS Biology

    SPONCH Topic 2: Bonding and Properties of Water Ionic vs Covalent Bonding Nonpolar covalent vs Polar Covalent Water is a polar substance Cohesion Adhesion High Specific Heat Density of Ice Topic 3: Basic Chemistry Ph Scales Chemical Equations Reactants Products...
  • Chapter 14

    Chapter 14

    This table shows that a change in the reserve ratio affects the money-creating ability of the banking system as a whole in two ways, (1) by changing the amount of excess reserves, and (2) changing the size of the monetary...
  • Capitulo 1

    Capitulo 1

    Comer en la barra cuesta menos que en una de las mesas. 1autoservicio self-service 2barra counter Capítulo 4 36 of 50 Por lo general una comida, sobre todo una comida española, consiste en varios platos—primer plato, plato principal y postre.